28 July 2012

KudaTuli


Insiden penyerbuan maskas PDI pimpinan Megawati oleh Rezim Orba terjadi pada 27 Juli 1996 atau biasa disebut Kuda Tuli. Dalam serangan itu terjadi pembakaran serta korban meninggal dunia.


Wikipedia mencatat Peristiwa 27 Juli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jl Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI.

Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Beberapa kendaraan dan gedung terbakar.

Dokumen dari Laporan Akhir Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyebut pertemuan tanggal 24 Juli 1996 di Kodam Jaya dipimpin oleh Kasdam Jaya Brigjen Susilo Bambang Yudhoyono. Hadir pada rapat itu adalah Brigjen Zacky Anwar Makarim, Kolonel Haryanto, Kolonel Joko Santoso, dan Alex Widya Siregar. Dalam rapat itu, Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan penyerbuan atau pengambilalihan kantor DPP PDI oleh Kodam Jaya.

Dokumen tersebut juga menyebutkan aksi penyerbuan adalah garapan Markas Besar ABRI c.q. Badan Intelijen ABRI bersama Alex Widya S. Diduga, Kasdam Jaya menggerakkan pasukan pemukul Kodam Jaya, yaitu Brigade Infanteri 1/Jaya Sakti/Pengamanan Ibu Kota pimpinan Kolonel Inf. Tri Tamtomo untuk melakukan penyerbuan. Seperti tercatat di dokumen itu, rekaman video peristiwa itu menampilkan pasukan Batalion Infanteri 201/Jaya Yudha menyerbu dengan menyamar seolah-olah massa PDI pro-Kongres Medan. Fakta serupa terungkap dalam dokumen Paparan Polri tentang Hasil Penyidikan Kasus 27 Juli 1996, di Komisi I dan II DPR RI, 26 Juni 2000.

Insiden lain adalah kebakaran genset pada tanggal 13 Mei 2012. Apa hubungannya?

Kebakaran identik dengan api. Api merupakan simbol kemarahan. Hati dan pikiran menjadi panas sepanas api yang menghanguskan apa saja yang berada didekatnya.

Ada banyak cara memperingati Kuda Tuli, sebuah tragedi kemanusiaan di Indonesia. Salah satu cara mewujudkan ekspresi itu adalah dengan membakar dokumen dengan api.

Dokumen yang dibakar merupakan dokumen lawas, dokumen yang pantas dibuang ke tempat sampah. Najis memelihara dokumen-dokumen itu. Ini adalah gambar dokumen-dokumen yang najis tersebut:










Sorry Yah.... nggak penting!